Menbud: Presiden Prabowo Jadikan Budaya Fondasi Bangsa Kita Bangun Jati Diri Identitas

- Advertisement -
- Advertisement -

JAKARTA, balipuspanews.com – Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, hadir sebagai keynote speaker dalam Workshop Kolaboratif Multipihak (pusat-daerah) yang diselenggarakan Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Menbud menyambut baik dengan diselenggarakannya workshop ini karena menurutnya merupakan kesempatan yang baik untuk berdialog, berbicara, apalagi tentang anjungan Taman Mini yang umurnya sudah lebih dari 50 tahun.

Menbud menyampaikan pada keynote speech-nya jika baru pertama kali setelah 79 tahun kita merdeka, ada Kementerian Kebudayaan yang berdiri sendiri.

Dihadapan lebih dari 60 peserta perwakilan 34 anjungan yang menghadiri Gedung Sasono Utomo, TMII, menurut Menbud ini adalah komitmen dari pemerintah di bawah Bapak Prabowo untuk menjadikan budaya ini fondasi bangsa kita dalam pembangunan jati diri identitas.

“Dari hari pertama (menjabat) saya mengatakan kita perlu reinvent Indonesian identity. Karena identitas kita ini sebenarnya sangat luar biasa kuat pokok akarnya, dan itu adalah budaya dan peradaban. Saya selalu mencatatkan dua hal, pertama soal kekayaan dan kedua keberagaman,” jelas Menbud, (22/08).

BACA :  Menteri Fadli Zon Resmikan Ruang Pamer Museum Cipta Mahardika Jawa Timur

Menbud kemudian menyebutkan Undang-undang dasar 1945 yang menjadi dasar dari konstitusi, yakni Pasal 32, yakni Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia, dengan menjamin masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya.

“Kemudian diterjemahkan menjadi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 sebagai pemajuan kebudayaan. Pemajuan kebudayaan itu termasuk di dalamnya adalah pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan,” jelas Menbud.

Menbud turut menyampaikan jika kebudayaan itu adalah etalase paling depan, kebudayaan itu adalah wajah peradaban. Perjalanan peradaban dari semua negara, maju atau tidak, dilihat dari kebudayaan. Hal itu penting sebagai engine bagi pembangunan. Tetapi kekayaan yang paling penting adalah kekayaan budaya yang menurutnya bisa menjadi ekonomi budaya.

Plt. Direktur Utama TMII, Ratri Paramita, mengatakan kepada para peserta untuk melakukan pembenahan. “Workshop ini adalah momen yang sangat penting untuk kita semua. Bagaimana kita nanti merumuskan, mengkolaborasi dan mendapatkan arahan dari Pak Menteri. Bagaimana kita merumuskan ini bersama agar anjungan akan lebih indah, agar menjadi wajah untuk Indonesia,” ungkapnya.

BACA :  Hadirkan Puluhan Galeri dan Ruang Seni Ratusan Seniman, Nuanu Creative City Kembali Gelar Art & Bali 2026

Penulis/editor: Ivan Iskandaria.

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular