Mengenal Sosok Edi Wirawan, Kader PDIP Tabanan yang Berjuang Mendapatkan Rekomendasi Calon Wakil Bupati

Made Edi Wirawan kader PDIP yang menunggu rekomendasi DPP pdip. Foto Oka Suryawan bpn
Made Edi Wirawan kader PDIP yang menunggu rekomendasi DPP pdip. Foto Oka Suryawan bpn

Nama Made Edi Wirawan di Kota Lumbung Beras Tabanan tidak asing lagi. Politikus PDIP asal banjar Batugaing, Beraban, Kediri, Tabanan itu dikenal merakyat dan tiga kali lolos ke DPRD Tabanan. Edi Wirawan kini dijagokan menjadi salah satu kandidat kuat calon wakil bupati Tabanan mendampingi Komang Gede Sanjaya dalam Pilkada 2020 mendatang.

OKA SURYAWAN, Tabanan

Penampilannya low profil. Bisa diajak berkomunikasi dalam kondisi apapun. Bicaranya pelan namun tegas, itulah sosok Edi Wirawan yang kini dijagokan menjadi kandidat kuat calon wakil bupati Tabanan dari PDIP.

Tokoh Tabanan khususnya wilayah kecamatan Kediri mendorong Edi untuk bisa menjadi calon wakil bupati karena beberapa pertimbangan riil. Misalnya kecamatan Kediri memiliki jumlah pemilih terbesar di Tabanan, kecamatan penyumbangan suara PDIP tertinggi dalam berbagai hajatan, penyumbang 50 persen PAD Tabanan dan banyak kelebihan yang sudah diketahui publik. Selain itu sejauh ini jarang tokoh Kediri yang mendapatkan jatah jabatan penting di Tabanan. Atas pertimbangan tersebut tokoh kecamatan Kediri mendorong Edi untuk maju sebagai calon wakil bupati dari PDIP.

Dihubungi Balipuspanews.com Made Edi Wirawan mengakui adanya desakan kader PDIP, tokoh Kediri bahkan tokoh Tabanan untuk bisa menjadi calon wakil bupati. Atas pertimbangan itulah Edi yang sejak tahun 1981 menjadi bagian dari PDI sebelum menjadi PDIP ikut mengambil formulir pendaftaran calon wakil bupati.

Lantas bagaimana peluangnya? Bapak tiga anak satu cucu itu menyerahkan sepenuhnya kepada mekanisme partai.

” Intinya saya siap menerima apapun keputusan DPP partai. Apapun keputusan DPP kita sebagai prajurit partai sangat siap. Ditugaskan, ya sangat siap untuk mengemban dengan baik. Ketikapun tidak, ya juga siap. Siapapun diberikan kepercayaan DPP harus didukung,” ujar Edi Wirawan.

Politikus moncong putih yang kini menjadi wakil ketua DPC PDIP Tabanan merangkap Pj ketua PAC Kediri itu menambahkan, di Tabanan banyak kader potensial dan sudah teruji kredibilitasnya.

” Keputusan mutlak ada di DPP, ” ujarnya diplomatis.

Lantas kapan rekomendasi keluar? Edi Wirawan yang dalam pemilu legislatif 2019 lalu mendapatkan 10.800 suara dan lolos ketiga kalinya ke DPRD Tabanan belum bisa memastikan.

” Sebagai kader saya menunggu apapun keputusan partai. Kalau sudah ada keputusan kita wajib amankan,” sebutnya.

Intinya, putra kedua pasangan Nyoman Kutir dan Nengah Sundri itu tetap menunggu dan menghormati mekanisme yang sedang berjalan di internal partai pimpinan Megawati Soekarno Putri itu.

Ditanya dirinya telah melakukan lobi politik dengan orang DPD maupun orang DPP, Edi menampiknya. Baginya partai punya cara tersendiri dalam menilai kadernya.

Karir Edi Ariawan di PDIP diawali dari menjadi koordinator desa (Kordes) selanjutnya Koordinator kecamatan (Korcam) waktu PDIP saat itu bernama PDI.

Edi menceritakan, tahun 1982 sempat datang ke Blitar Jawa Timur sehingga mengetahui kakak Bung Karno yang bernama Bu Ardoyo. Kertarikannya dengan dunia politik karena ideologi marhaenisme Bung Karno yang slalu dengan rakyat kecil. *****