Motor vs Motor, Nyawa ABG Melayang di Buleleng

Polisi saat melakukan olah TKP kecelakaan antara sepeda motor Scoopy melawan sepeda motor Vario
Polisi saat melakukan olah TKP kecelakaan antara sepeda motor Scoopy melawan sepeda motor Vario

BULELENG, balipuspanews.com – Akhir hidup yang cukup tragis dialami Putu HS anak berusia 15 tahun asal Banjar Dinas Buana Sari, Desa Kayu Putih, Kecamatan Sukasada.

ABG ini kehilangan nyawa setelah sepeda motor Honda Vario DK 5093 UBC yang dikendarainya mengalami kecelakaan lalulintas melawan sepeda motor Honda Scoopy DK 3670 QZ tepatnya di Jalan Singaraja – Seririt Kilometer 4.000, Desa Pemaron, Kecamatan Buleleng, Kamis (29/9/2022).

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun di lapangan, kecelakaan maut itu bermula dari sepeda motor Honda Scoopy DK 5093 UBC yang dikemudikan Ketut S,35, asal Banjar Dinas/Desa Bukti, Kecamatan Kubutambahan dengan membonceng Wayan S,22, datang dari arah timur menuju ke barat.

Baca Juga :  Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Diproyesikan 5,3% Tahun Depan, Investasi Jadi Penopang

Sesampainya di TKP, Ketut S langsung berupaya menyalip kendaraan yang ada didepannya. Namun naas saat sepeda motornya sudah mengambil haluan sedikit ke kanan untuk menyalip, tiba-tiba datang dari arah barat sepeda motor Honda Vario yang dikendarai HS. Sontak karena terkejut kecelakaan pun tidak bisa dihindarkan.

“Jadi pengendara motor Scoopy ini datang dari arah timur dan sedang berusaha untuk menyalip, nah tiba-tiba datang pengendara Vario dari arah barat lalu kecelakaan tidak bisa dihindarkan,” ujar Kasi Humas Polres Buleleng AKP Gede Sumarjaya saat dikonfirmasi, Kamis (29/9/2022).

Akibat kecelakaan itu, pengendara sepeda motor Vario harus kehilangan nyawa setelah mengalami luka lecet pada kaki kiri, keluar darah dari mulut dan telinga, luka robek pada kaki kanan dan tidak sempat sadar.

Baca Juga :  Jelang Pemilu 2024, KPU Buleleng Gelar Sosialiasi Tahapan Pencalonan Anggota DPD

Sedangkan pengendara sepeda motor Scoopy yakni Ketut S mengalami luka lecet pada lutut kaki kanan, luka robek pada dahi, tangan kanan patah, dan masih dirawat di Rumah Sakit Paramasidhi. Sementara untuk yang dibonceng yakni Wayan S mengalami luka lecet pada dagu, dua jari, luka robek di kedua kaki dan lutut, serta masih dirawat di Rumah Sakit Paramasidi.

“Akibat peristiwa itu dua orang masih jalani perawatan di Rumah Sakit Paramasidi dan satu lagi sudah dinyatakan meninggal dunia oleh tim dokter,” imbuhnya.

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka Suryawan