JAKARTA, balipuspanews.com – Museum Nasional Indonesia kembali menyelenggarakan Lomba Cerdas Cermat Museum (LCCM) Tingkat Nasional untuk SMP/MTs pada 9 s.d. 14 Oktober 2023. LCCM 2023 dinilai spesial karena tahun ini merupakan yang kesembilan kalinya diadakan sejak 2015. Tidak hanya itu, LCCM 2023 diikuti oleh 34 provinsi sehingga memecahkan rekor peserta terbanyak menggantikan rekor sebelumnya yaitu 32 provinsi pada 2022 lalu. Sebanyak 102 peserta perwakilan provinsi yang mengikuti LCCM 2023 ialah hasil seleksi yang diadakan oleh museum, dinas, maupun pemerintah provinsi terkait.
LCCM 2023 juga menjadi awal semangat baru dengan kembali dilaksanakan secara luring, tepatnya di Plaza Insan Berprestasi, Gedung-A Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) RI. Penyelenggaraan LCCM 2023 pun menghadirkan beberapa perubahan seperti logo hingga format perlombaan yang berbeda dari tahun-tahun
sebelumnya.
Mengusung tema “GEMILANG: Generasi Emas Indonesia Cerlang”, Museum Nasional Indonesia melalui LCCM 2023 mengajak generasi emas Indonesia untuk belajar tentang segala hal mulai dari kehidupan sehari-hari di Nusantara, mengenal berbagai etnik dari penjuru negeri, berkontemplasi dengan nilai-nilai kebajikan leluhur hingga menikmati
beragam keindahan kekayaan warisan budaya dari berbagai daerah di Nusantara.
“LCCM 2023 diharapkan dapat mendukung generasi emas Indonesia untuk menjadi agen dalam menyebarkan informasi mengenai sejarah, budaya, dan permuseuman Indonesia serta memiliki karakter yang kuat sebagai pemimpin di masa yang akan datang,” kata Kepala Unit Museum Nasional Indonesia, Ni Luh Putu Candra Dewi, Senin (9/10/2023).
Menurutnya, acara LCCM ini untuk menjalin sportivitas dan menjalin kebersamaan peserta dari berbagai provinsi. Selain itu, harapannya LCCM sebagai inspirasi dan sebagai pembelajaran kebudayaan dan budi pekerti.
“LCCM ini merupakan ajang kita untuk menggali generasi muda yang bertalenta kemudian mempunyai keunggulan dan punya sportivitas yang tinggi. Jadi disini LCCM tidak hanya mengajarkan pengetahuan keilmuan seperti sejarah, budaya, permuseuman, namun juga
bisa saling mempererat wawasan Nusantara, itu yang menjadi sebuah karakter identitas bangsa. Apalagi generasi-generasi muda ini berperan penting menjadi pemegang tongkat
estafet pembangunan Indonesia. Jadi mereka merupakan aktor penting dari pembangunan menuju Indonesia Emas 2045 sesuai dengan temanya yaitu Gemilang,” ujarnya.
Acara LCCM 2023 dibuka dan diresmikan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemdikbudristek RI, Fitra Arda pada 9 Oktober 2023.
Dalam sambutannya, Fitra menuturkan bahwa pentingnya komunikasi dalam bidang kebudayaan. “Peran museum tidak hanya melindungi, mengembangkan, dan
menyimpan koleksi saja, namun juga perlu mengomunikasikan kepada masyarakat.
Komunikasi ini yang diharapkan oleh teman-teman kita (peserta LCCM) yang hadir dari 34 provinsi. Mereka akan jadi agen-agen kita untuk menginformasikan substansi tentang kebudayan dengan caranya masing-masing,” ungkapnya.
“Dengan LCCM ini semoga aset-aset kebudayaan kita ini bisa menjadi bagian dari pembangunan. Kalau kata presiden, DNA Indonesia itu kebudayaan dan bisa menjadi raja di semua tempat. Kita tinggal menarasikan kekayaan budaya kita menjadi sesuatu pengetahuan yang bisa dipakai masa kini dan masa depan,” tambah Fitra.
Acara dilanjutkan dengan pengalungan secara simbolis id card peserta kepada perwakilan peserta LCCM 2023 yaitu Farrel Zhafirsyah Arief dari Provinsi Aceh dan Trixilia Velianora C dari Provinsi Sulawesi Tenggara. Prosesi ini menjadi simbol bahwa LCCM 2023 resmi dibuka. Pengalungan dilakukan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemdikbudristek dan dan Kepala Bagian Umum Museum dan Cagar Budaya, Rini.
Penulis/editor: Ivan Iskandaria.



