Perlu Kolaborasi Tingkatkan Kualitas Hidup Manusia Indonesia

Kepala BKKBN, Dr. (HC) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG. (K) menjadi Ketua Pelaksana Percepatan Penurunan Stunting. (foto : ist)
Kepala BKKBN, Dr. (HC) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG. (K) menjadi Ketua Pelaksana Percepatan Penurunan Stunting. (foto : ist)

BEKASI, balipuspanews.com – Program Bangga Kencana mendukung Cita ke-3, yaitu “Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan” dengan pembentukan Kampung KB. Program Bangga Kencana juga diarahkan untuk mendukung Cita ke-5, yaitu “meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia”. Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Umum dan Hubungan Masyarakat BKKBN Putut Riyatno didampingi Pranata Humas Ahli Madya Ade Anwar saat kegiatan Sosialisasi Program Bangga Kencana dan Program Percepatan Penurunan Stunting Melalui Media Massa, serta Kemitraan antara BKKBN dengan Jurnalis Tahun 2022 di Hotel Santika, Bekasi pada Rabu (16/11/2022).

Forum Koordinasi Jurnalis Program Bangga Kencana Tahun 2022 ini merupakan implementasi untuk terus menjalin kemitraan dan menjaga silaturahmi yang terus membaik dengan media massa, tempat bertukar pikiran dan saling memberikan saran serta ide untuk kemajuan program Bangga Kencana. Khususnya dalam Rangka Sosialisasi Percepatan Penurunan Stunting.

Awal tahun 2021, Pemerintah Indonesia menargetkan angka Stunting turun menjadi 14 persen di tahun 2024. Presiden Joko Widodo menunjuk Kepala BKKBN, Dr. (HC) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG. (K) menjadi Ketua Pelaksana Percepatan Penurunan Stunting.

“Stunting merupakan kondisi kekurangan gizi kronis pada 1000 HPK yang dapat menghambat perkembangan otak dan tumbuh kembang anak. Prevalensi Stunting di Indonesia mencapai 24,4% (SSGI, 2021) yang masih jauh dari target WHO, yaitu 20%,” kata Putut Riyatno.

Menurut Putut, masalah stunting penting untuk diselesaikan, karena berpotensi mengganggu potensi sumber daya manusia dan berhubungan dengan tingkat kesehatan, bahkan kematian anak. “Diperlukan upaya inovasi dalam pencapaian 2,7% per tahun agar mencapai 14% sesuai dengan target RPJMN. Dari 34 provinsi di Indonesia, sebanyak 20 provinsi di Indonesia memiliki prevalensi Stunting diatas rata-rata nasional dan sebanyak 12 provinsi telah ditetapkan pemerintah sebagai provinsi prioritas penanganan Stunting,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Sekretaris Utama BKKBN, Tavip Agus Rayanto mengapresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh peserta Forum Koordinasi Jurnalis Tahun 2022, terutama jurnalis dari media-media yang selalu setia menyebarkan pemberitaan tentang program Bangga Kencana dan percepatan penurunan stunting.

“Agar manfaat dan makna pertemuan ini dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat, maka saya mengajak semua teman-teman jurnalis yang hadir disini yang untuk bersama-sama meningkatkan penyebaran pemberitaan melalui media massa program Bangga Kencana dan percepatan penurunan stunting demi membangun keluarga terencana yang bebas stunting menuju Indonesia Sejahtera dan SDM unggul,” kata Sekretaris Utama BKKBN, Tavip Agus Rayanto yang disampaikan Kepala Biro Umum dan Hubungan Masyarakat BKKBN Putut Riyatno.

Penulis/editor : Ivan Iskandaria.