DENPASAR, balipuspanews.com– Ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berpartisipasi dalam Market Find Expo 2025 yang digelar di International Convention Center (ICC) Bali Kuta, Jumat (5/9/2025). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Yayasan Bisnis & Export Development Organization (BEDO) ini menampilkan UMKM dari berbagai sektor, mulai dari fashion, kerajinan tangan, hingga komoditas unggulan seperti vanili, kopi, dan kuliner khas daerah.
Rangkaian hari pertama diawali dengan FGD Kebutuhan UMKM Indonesia serta Pelatihan Program Tangguh. Selain pameran produk, pengunjung juga disuguhi berbagai diskusi tematik. Pada sesi siang, berlangsung Inspiring Talk: Perempuan Mandiri & Merdeka yang membahas pemberdayaan perempuan di sektor usaha kecil. Dilanjutkan dengan IDFL Social Compliance Audit Updates terkait kepatuhan sosial serta strategi menghadapi temuan umum dan isu ketidakpatuhan.
Ketua Yayasan BEDO, Jeff Kristianto, mengungkapkan bahwa tahun ini menjadi momen istimewa karena lembaganya genap berusia 20 tahun di Bali. Menurutnya, BEDO tidak hanya melayani UMKM di Bali, tetapi juga mendampingi UMKM di seluruh Indonesia.
“Kami banyak berpartner dengan lembaga internasional, baik pemerintah maupun swasta, dalam menjalankan program untuk UMKM,” jelas Jeff.
Ia menambahkan, Market Find Expo merupakan tahun kedua pihaknya menggelar pameran bisnis-ke-bisnis (B2B) yang ditujukan khusus bagi produsen skala kecil.
“Kalau di Jakarta yang dicari adalah pabrik-pabrik besar, di Bali justru UMKM. Misalnya ada yang hanya bisa memproduksi 100 bantal sebulan atau 100 kilogram kopi. Mereka inilah yang sebenarnya paling bisa diandalkan, meski termasuk industri mikro,” paparnya.
Jeff menegaskan, pihaknya sengaja membuat pameran dengan biaya murah dan format sederhana agar pelaku UMKM kecil memiliki kesempatan memamerkan produk mereka. Target utama bukanlah pembeli besar yang meminta kontainer, melainkan pemilik butik kecil hingga pelaku pasar daring dari Australia, Singapura, dan Filipina.
Pameran kali ini juga menghadirkan delegasi dari India, Australia, Filipina, Myanmar, dan Malaysia. Mereka tidak hanya membawa produk, tetapi juga membuka jaringan pasar sekaligus menjadi narasumber dalam talk show.
“Hari pertama fokus pada ilmu ekspor untuk UMKM, sementara besok ada fashion show dan talk show dari Australia serta Malaysia terkait peluang pasar fashion di kedua negara tersebut,” ujar Jeff.
Mengenai target, Jeff menyampaikan bahwa tahun lalu acara ini berhasil menarik sekitar 1.000 pengunjung. Untuk tahun ini, pihaknya menargetkan peningkatan menjadi 1.500 pengunjung. Ia juga optimistis potensi transaksi bisa mencapai minimal Rp1 miliar.
Ketua Panitia, Zanny Zapata Chandra, menambahkan bahwa pameran ini diikuti sekitar 100 UMKM siap ekspor, ditambah dengan UMKM binaan lembaga pemerintah dan swasta, seperti BPIFK, Sampoerna untuk Indonesia, dan Pertamina.
“Tujuannya mempertemukan UMKM yang siap ekspor tapi belum bisa produksi besar dengan buyer yang juga belum mampu membeli dalam jumlah besar. Dengan begitu, keduanya bisa tumbuh bersama dan memajukan perekonomian nasional,” jelas Zanny.
Sementara itu, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk India, Ina Hagniningtyas Krisnamurthi, menyatakan kebanggaannya bisa kembali mendukung kegiatan ini.
“Kegiatan ini adalah kesempatan bagi para pahlawan ekonomi Indonesia, yaitu pelaku UMKM, untuk berkiprah di dunia internasional. Harapannya, mereka bisa masuk ke pasar global dengan semangat, memenuhi standar, dan menjawab permintaan internasional,” tegasnya.
Selain itu, kegiatan juga menyoroti SCORE Sharing Session antara Indonesia, Filipina, dan Myanmar, hingga forum Market Expansion South East & South Asia yang membahas peluang bisnis baru di India dan Filipina. Di sisi lain, pelatihan kreatif seperti Kriya Gallery – Wall Decor dan Workshop SUI/Padma Herbal – Healing Oil juga menarik perhatian peserta. Hari pertama ditutup dengan Coffee Talk: Eco Tourism Bali, Best Practices, Local Solution – Global Impact, yang mengangkat pentingnya pariwisata berkelanjutan berbasis kearifan lokal.
Melalui berbagai sesi tersebut, Market Find Expo 2025 tidak hanya mempertemukan UMKM dengan pasar internasional, tetapi juga menghadirkan isu penting mulai dari pemberdayaan perempuan, kepatuhan sosial, hingga solusi ekonomi hijau.
Penulis: Kadek Adnyana
Editor: Oka Suryawan



