Wakapolres Jembrana saat menggelar Konferensi Pers terkait Residivis Pembobol toko.
Wakapolres Jembrana saat menggelar Konferensi Pers terkait Residivis Pembobol toko.
sewa motor matic murah dibali

NEGARA, balipuspanews.com- Moch Saet (39) dan Maden (32) kini berjalan terpincang-pincang. Kaki kanan kedua residivis warga Desa Sukorejo, Kecamatan Sumber Wringin, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur itu terpaksa ditembak polisi karena melawan saat diajak mencari barang bukti hasil curianya.

Wakapolres Jembrana Kompol Supriadi Rahman didampingi Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yogie Pramagita Senin (16/9) menyampaikan, kedua residivis itu diburi anggota Reskrim Polres Jembrana setelah melakukan pembobolan beberapa toko di Jembrana.

Pencurian itu dilakukan di Toko Sari Buana Pengeragoan pada Jumat (6/9) dan dilaporkan oleh pemiliknya I Made Sudana (39) warga Banjar Pengeragoan Dauh Tukad, Desa Pengeragoan, Pekutatan. Di toko itu mereka berhasil mengambil 60 slop rokok berbagai merk dan uang tunai Rp 8,9 juta dengan total kerugian Rp 25 juta lebih.

Kemudian mereka menggasak toko UD. Jaya Makmur Yeh Sumbul, Mendoyo pada Senin (9/9). Dari laporan H Saihurrahman (43) pemilik toko dari Banjar Yeh Sumbul Barat, Desa Yeh Sumbul, Mendoyo itu kedua pelaku membawa kabur 69 slop dan 137 bungkus rokok berbagai merk dengan total kerugian Rp 20 juta.

“Kedua residivis itu beraksi dengan cara cara memanjat tembok, merusak atap dan mencongkel jendela dengan menggunakan obeng. Kemudian mengambil rokok dan uang kemudian kabur melalui jalan yang sama,” ungkapnya.

Setelah menrima laporan dan melakukan penyelidikan unit 1 Reskrim kemudian melakukan penyelidikan dan dari rekamam kamera CCTV di toko Sari Buana cirri-ciri kekdua pelaku diketahui. Lalu saaat melakukan penyelidikan Rabu (11/9) sore anggota Reskrim melihat seseorang yang ciri-ciri identik dengan pelaku di wilayah desa Yehsumbul melintas ke arah timur atau arah Denpasar bersama dengan seorang temannya.

”Mereka langsung dikejar dan sekitar pukul 16.00 mereka ditemukan,” ujarnya.

Sempat terjadi kejar kejaran antara anggota Reskrim yang dibantu masyarakat dengan pelaku. Akhirnya Moch Saet berhasil dibekuk di Desa Pulukan dan Maden ditangkap di Desa Medewi.

Saat diinterogasi mereka mengakui melakukan pencurian di Toko Sari Buana Pengeragoan dan UD Jaya Makmur Yeh Sumbul. Rokok berbagai merk yang berhasil diambil dari ekdua toko itu dijual kepada Anwar teman mereka yang disebut dari Bondowoso yang kini masih buron.

Mereka bertransaksi di Ketapang, Banyuwangi. Berdasar keterangan itu anggota Reskrim kemudian l melakukan pengembangan ke Bondowoso untuk mencari barang bukti.

Saat melakukan pencarian barang bukti itu, kedua pelaku berusaha kabur dan melawan petugas sehingga terpaksa kakinya didor.

Dari pengembangan di Bondowoso diamankan barang bukti uang Rp 5 juta hasil penjualan rokok dan rokok berbagai merk sebanyak 20 slop.

Total barang bukti yang diamankan yakni 20 slop rokok berbagai merk, uang tunai Rp 500 ribu sisa uang yang dicuri di Toko Sari Buana Pengeragoan. Uang Rp 5 juta dari hasil penjualan rokok.

Satu unit sepeda motor Honda Beat warna merah putih, satu buah obeng, satu gulung kabel, 4 karung plastik, satu buah penanak nasi merk Votre, satu buah panci kecil, jaket warna merah hitam, topi warna coklat, masker warna biru dan satu HP merk Nokia.

“Keduanya adalah residivis. Tersangka Moch Saet pernah melakukan curat di Banyuwangi dan penganiayaan di Singaraja. Sedangkan Maden pernah melakukan pencurian hewan di Bondowoso Jawa Timur dan memobol showroom di Kalimantan. Mereka dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman penjara 7 tahun,” terangnya.(nm/bpn/tim)