Sabtu, Oktober 24, 2020
Beranda Bali Gianyar Sepi Pembeli, Pedagang Pasar Seni Sukawati Berharap Pemkab Gianyar Arahkan ASN Belanja...

Sepi Pembeli, Pedagang Pasar Seni Sukawati Berharap Pemkab Gianyar Arahkan ASN Belanja Barang Seni

GIANYAR, balipuspanews.com – Minimnya pengunjung Pasar Seni Sukawati, Gianyar akibat pandemik Covid -19, membuat pedagang menjerit.

Pihak pedagang pun mengharapkan Pemkab Gianyar mengarahkan ASN dilingkungan Pemkab Gianyar untuk berbelanja di pasar yang selalu menjadi destinasi Wisdom dan Wisman sebelum wabah corona itu.

Salah satu pedagang lukisan di Pasar Seni Sukawati, Nyoman Pramadi, Senin (27/7/2020) mengatakan, pihaknya mengharapkan Pemerintah Kabupaten Gianyar mengajak Aparatur Negeri Sipil (ASN) untuk berbelanja barang seni.

“Harapan kami agar ada perhatian dari Pemkab Gianyar untuk mengajak ASN berbelanja barang seni, agar para pedagang seniman dapat tetap bertahan hidup ditengah mewabahnya pandemi Covid-19 ini,” ujarnya.

Dikatakan oleh Pramadi, bahwa sebelum mewabahnya pandemi Covid-19, biasanya ketika memasuki bulan Juli kunjungan wisatawan ke Pasar Seni selalu meningkat.

“Bulan Juli tahun lalu wisatawan sudah ramai berkunjung, didominasi oleh tamu Eropa. Entah hanya sekedar melihat-lihat atau berbelanja,” katanya.

Dikatakannya, saat ini ia dan pedagang lainya yang berjualan barang serupa tidak bisa berbuat banyak. Lantaran yang mereka jual itu barang-barang seni. Berbeda halnya dengan sembako atau kebutuhan pokok lainnya.

“Kalau sembako, baju, celana masih ada yang nyari, sementara lukisan, patung, pernak-pernik lainya sangat sepi pak,” jelasnya.

Permadi yang telah berjualan lukisan sejak tahun 90an ini mengaku tidak memiliki strategi untuk berjualan, selain hanya membuka kiosnya di lokasi pasar relokasi. Menurutnya, kalau berjualan melalui online susah, lebih banyak keluar uang untuk beli kuota internet dari pada yang beli.

“Kita jualan barang seni, kalau tidak dilihat langsung susah orang akan tertarik,” ungkapnya.

Menurutnya, ASN nanti dapat gaji ke-13, sehingga bisa menjadi momentum untuk belanja.

“Berbelanja Rp 100 ribu saja sudah banyak dapat barang,” imbuhnya.

Diungkap Parmadi, jumlah pedagang yang berjualannya sebanyak 780 lebih pedagang, tidak semuanya dapat buka kios. Ia sendiri merasa beruntung dapat tempat didepan, sehingga berani buka kios. Sementara rekan-rekanya dibelakang tidak berani buka.

PENULIS : Ketut Catur

EDITOR : Oka Suryawan

- Advertisement -

Warga Temukan Orok di Parit Areal Jogging Track Sanur Kauh

SANUR, balipuspanews.com - Penemuan orok membusuk berlangsung di pinggir parit areal jongging track di Jalan Prapat Baris, Sanur Kauh, Denpasar Selatan, Jumat (23/10/2020) sekitar...

Tak Hiraukan Teguran, Pabrik Penyulingan Daun Cengkeh Akhirnya Ditutup Paksa

Sebuah tempat usaha penyulingan daun cengkeh yang berada di Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada ditutup paksa oleh tim Satpol PP Kabupaten Buleleng. Hal itu dilakukan sebab pemilik tempat tidak menghiaraukan teguran petugas, sehingga Pol PP lalu bertindak tegas menutup paksa usaha penyulingan daun cengkeh yang beroperasi dan dianggap menimbulkan polusi udara.
Member of