Selasa, Juli 16, 2024
BerandaDenpasarTampil Perdana di PKB, Joged Bumbung Kota Denpasar Tampil Memukau

Tampil Perdana di PKB, Joged Bumbung Kota Denpasar Tampil Memukau

DENPASAR, balipuspanews.com
Joged Bumbung Tradisi Duta Kota Denpasar yang diwakili oleh Sekaa Giri Swara, Banjar Gunung, Desa Penatih Dangin Puri, tampil memukau di Pesta Kesenian Bali (PKB) ke -46.

Pementasan Joged Bumbung terpedana di PKB ini berlangsung di Kalangan Terbuka Madya Mandala, Taman Budaya, Selasa (18/6/2024).

Hiburan khas rakyat ini sukses menarik perhatian masyarakat terutama penggemar joged.

Animo pengunjung untuk menyaksikan joged bumbung cukup tinggi. Joged yang tampil kali ini berusaha menyajikan kekhasan joged tradisi dengan seni joged yang menghibur, merakyat dan bergembira tanpa keluar dari pakem seperti jaruh dan porno.

Pembina Sekaa Joged, I Komang Juni Antara mengungkapkan, sekaa jogednya sudah ada cukup lama. Ia menuturkan sekaa ini telah terbentuk sejak tahun 2014. Sekaa joged ini sebelumnya juga sudah pernah menjadi perwakilan Duta Kota Denpasar di Pesta Kesenian Bali.

“Saat ini kami membawa seka generasi baru, mewakili Denpasar Timur, kembali dipercaya tampil di Parade joged bumbung di ajang PKB ke -46,” ujarnya.

BACA :  Buka MPLS, Astika Ingatkan Sekolah Gelar Kegiatan Bersifat Edukatif Dan Kreatif

Juni menjelaskan dalam mempersiapkan penampilan yang memukau ini memerlukan proses pelatihan sekaa joged selama 4 bulan.

“Untuk parade kali ini kami membawakan khusus pengibing wajib dari sanggar, dengan ibingan yang bercerita terkait masalah sanggar joged. Yaitu ceritanya ada pembina tari memiliki suami peminum, karena kebiasaan minum mereka hampir hancurkan sanggar istrinya, setelah diberikan pengertian akhirnya suaminya sadar,” ungkapnya.

Sementara itu terkait banyaknya tari Joged Bumbung yang “jaruh”, pihaknya menolak keras Joged Bumbung ini ditarikan porno.

“Dari dulu kami menerapkan pakem joged, Denpasar tidak pernah menunjukan joged porno seperti itu. Dari sanggar kita sendiri tidak mengizinkan joged diluar pakem tradisi masuk. Ketika ada permintaan joged sedikit nakal dari masyarakat, kami menolak keras, tidak melayani joged jaruh. Baik diminta penari secara pribadi maupun sanggar,” tandasnya.

Memang permintaan masyarakat, lanjut Juni, ada yang nyeletuk kalau joged biasa-biasa atau polos tidak laku.

“Ada selentingan di masyarakat kalau jogednya biasa-biasa saja tidak laku, tapi itu tantangan kami tidak hiraukan, kami tetap menjaga joged tradisi yang sesuai pakem tampil sensual, menghibur tapi bukan porno,” tegasnya.

BACA :  Kalahkan Inggris 2:1, Spanyol Juara Euro 2024 

Dalam penampilannya sanggar Giri Swara membawakan 4 penari joged, 4 penari anak-anak menampilkan tati kreasi dan 20 penabuh. Mereka tampil atraktif dengan payas joged memikat, membuat panggung semarak dan terhibur.

Salah satu pengibing, Made Wedra mengaku bangga dan senang bisa menari ngibing joged di pentas Pesta Kesenian Bali (PKB).

“Kalau penari polos tiang polos, apalagi ada joged yang melampahan saya sangat senang, saya menolak joged terlalu porno,” ucapnya.

Penulis: Kadek Adnyana
Editor: Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular