Selasa, Juli 16, 2024
BerandaNewsEkonomiUKM Batok Kelapa di Banjarangkan Diperkuat Pemasaran Digital dan Jiwa Wirausaha

UKM Batok Kelapa di Banjarangkan Diperkuat Pemasaran Digital dan Jiwa Wirausaha

SEMARAPURA, balipuspanews.com
Di Bali, pengerajin batok kelapa memiliki sejarah yang kaya dan mendalam dalam seni dan kerajinan tradisional. Mereka sering menggunakan batok kelapa untuk membuat ukiran, patung, dan berbagai barang seni lainnya.

Seni ukir batok kelapa di Bali biasanya mencerminkan kekayaan budaya dan nilai-nilai spiritual yang dianut oleh masyarakat setempat.

Penggunaan batok kelapa sebagai bahan utama untuk kerajinan tangan telah menjadi bagian integral dari warisan budaya Bali. Pengerajin menggunakan keterampilan tradisional mereka untuk mengukir motif-motif yang menggambarkan mitologi Hindu, tumbuhan, dan hewan yang melambangkan kehidupan dan keindahan alam.

Salah satunya usaha Nyoman Suana yang membuat kerajinan dari batok kelapa. Karya yang dibuat seperti, canting untuk tirta, tempat tirta, celengan dan masih banyak lagi.

UKM yang menjadi mitra dalam pengabdian masyarakat ini berada di Banjar Koripan Kangin, Desa Banjarangkan, Kabupaten Klungkung.

Sampai saat ini, perjalanan usaha mengalami pasang surut dalam penjualan. Namun atas kegigihan, semangat dan perjuangan dari pemilik, usaha ini mampu bertahan sampai sekarang.

BACA :  Diusulkan DPD PDIP Bali, Paket Satria - Surya Tinggal Menunggu Rekomendasi DPP Sebagai Calon Bupati - Cawabup Klungkung

Ketua TIM Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Warmadewa (Unwar), Dr A.A. Media Martadiani, SE., MM., menyatakan bahwa menumbuhkan jiwa kewirausahaan pada saat ini menjadi isu nasional yang menjadi program pemerintah yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat, khususnya generasi muda sehingga mereka bisa meningkatkan daya saing di bidang ekonomi.

Permasalahan dari berbagai penjuru menimpa pelaku usaha kecil, diantaranya adalah organisasi lemah, pemasaran sulit, modal usaha kecil, jiwa kewirausahaan rendah, kurang memperhatikan lingkungan dan layanan kurang.

Pengabdian ini fokus pada penguatan jiwa wirausaha dengan memberikan solusi memberikan pengetahuan kepada mitra terkait dengan konsep dasar kewirausahaan dan penguatan jiwa wirausaha.

Sementara aggota tim PKM, I B Komang Suarka, SE., MM., mengemukakan permasalahan lain yang menghambat perkembangan usaha Nyoman Suana ini terkait distribusi serta pemasaran produk yang masih dilakukan secara konvensional.

Kemajuan teknologi digital di era globalisasi tanpa diimbangi dengan adanya kemampuan dalam pemanfaatan kemajuan Iptek menyebabkan perkembangan usaha menjadi terhambat. Hal ini diatasi oleh tim dengan memberikan pelatihan menggunakan media sosial.

BACA :  Seluruh Fraksi DPRD Denpasar Setujui Perubahan KUA dan PPAS Kota Denpasar

Menurut Dr. Ida Ayu Surasmi, SE., MM., menyebut untuk mengatasi permasalahan ketiga yang dihadapi yakni keterbatasan kemampuan dalam hal pencatatan transakasi keuangan. Tim PKM memberikan pengetahuan serta praktik secara langsung dengan sosialisasi dan pelatihan pencatatan transaksi keuangan.

Selain itu, mitra juga akan dilatih dalam penyusunan catatan kas harian untuk mengetahui saldo kas awal, transaksi kas masuk serta keluar, dan saldo kas.

Hasil dari dilaksanakannya program kerja sama ini pemilik UMKM untuk memasarkan produknya ke pasar yang lebih luas dan menjadi pengusaha yang lebih kreatif di era digitalisasi 5.0 serta mampu melakukan pencatatan transaksi sesuai SAK.

Pengabdian ini diakhiri dengan penyerahan bantuan barang modal berupa alat gergaji listrik/gerinda untuk mempercepat proses produksi.

Penulis: Budiarta
Editor: Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular