Dr. Drs. AA Gede Oka Wisnumurti, M.Si. (Ist)
Dr. Drs. AA Gede Oka Wisnumurti, M.Si. (Ist)
sewa motor matic murah dibali

DENPASAR, balipuspanews.com- Akademisi Universitas Warmadewa (Unwar) Dr. Drs. AA Gede Oka Wisnumurti, M.Si., menilai, rencana pembentukan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru yakni Badan Riset dan Inovasi Daerah oleh Gubernur Bali Wayan Koster merupakan ide brilian.

Alasannya tiada lain, selama ini kalangan akademisi nyaris terabaikan dalam proses pengambilan kebijakan, baik di daerah mau pun nasional atau dengan kata lain, pemikiran akademisi sering tidak dimanfaatkan.

Sehingga pemerintah di level daerah mau pun nasional sering mengambil kebijakan strategis tanpa didasari hasil riset yang kuat. Pola demikian, menurutnya, cenderung melahirkan kebijakan yang bersifat populis, bukan solutif.

Setelah resmi dibentuk, OPD anyar ini diharapkan mampu memutus ‘diskomunikasi’ antara akademisi dengan birokrasi. “Selama ini kita tahu kan antara akademisi dan birokrasi itu kurang nyambung. OPD ini nantinya bisa memperbaiki hubungan yang kurang sinkron itu,” jelas Wisnumurti di Denpasar, Selasa (17/9).

Mantan Ketua KPU Provinsi Bali ini mencontohkan birokrasi pemerintahan di negara tetangga seperti Malaysia dam Vietman sudah menjadikan riset sebagai dasar menentukan arah kebijakan.

“Kebijakan harus didasari data, dan data itu lahir dari riset. Memang riset itu mahal, terkesan kegiatan membuang-buang duit. Jadi kalau pemimpin tidak cerdas, pasti memilih kebijakan yang membuat dia populer dengan memberi bantuan sebesar-besarnya untuk rakyat,” tegasnya.

Wisnumurti mengungkapkan, sudah saatnya pemerintah di Indonesia memberikan penghargaan yang lebih untuk riset. Hal ini, lanjut dia, sudah terjadi di Yogyakarta yang mana Gubernur DIY selalu melempar rencana kebijakan ke perguruan tinggi (UGM) guna mendapatkan kajian dari akademisi.

Selain pemerintah, dia juga berharap lahirnya mata rantai yang kuat antara perguruan tinggi dengan pihak swasta dalam hal ini dunia usaha dan industri, seperti yang terjadi di negara berkembang.

“Perguruan tinggi di negara maju didukung penuh oleh dunia industri karena mereka sangat membutuhkan riset dari civitas akademika perguruan tinggi,” jelas pangelingsir Puri Siangan, Gianyar ini.

Lebih lanjut dia berharap, OPD Badan Riset dan Inovasi Daerah Setda Provinsi Bali ini tidak menemui kendala, sehingga bisa segera terbentuk. Apalagi Bali sangat kaya dengan kaum intelektual dan didukung kuantitas perguruan tinggi yang cukup besar. (bud/bpn/tim)