Peringati HUT Ke-38 WHDI, Bupati Klungkung Tekankan Peran Strategis Perempuan dalam Pembangunan

- Advertisement -
- Advertisement -

KLUNGKUNG, balipuspanews.com – Bupati Klungkung I Made Satria bersama Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra menghadiri puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-38 Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kabupaten Klungkung di Balai Budaya Ida Dewa Istri Kanya, Minggu (8/2/2026).

Turut hadir Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Klungkung Ny. Eva Satria, Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Klungkung I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya, serta Ida Dalem Semaraputra.

Peringatan yang mengusung tema “Pemberdayaan Perempuan dalam Membentuk Keluarga Sehat dan Sejahtera Menuju Indonesia Emas” tersebut menjadi momentum untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mewujudkan keluarga yang sehat dan sejahtera.

Dalam sambutannya, Bupati Satria menyampaikan bahwa tema perayaan tahun ini relevan dengan visi besar Indonesia Emas 2045, di mana perempuan memiliki peran strategis sebagai pilar utama keluarga.

“Perempuan adalah pilar utama dalam kehidupan keluarga. Peran mereka tidak hanya terbatas pada tugas domestik, tetapi juga mencakup peran strategis dalam pendidikan, kesehatan, dan pengelolaan ekonomi keluarga,” ujar Bupati Satria.

BACA :  Mazda Hadir di BCA Expo Bali 2026, Tawarkan SUV hingga Mobil Listrik

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota WHDI Kabupaten Klungkung atas kontribusi yang telah diberikan. Menurutnya, melalui semangat gotong royong dan kebersamaan, WHDI dinilai mampu berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang inklusif dan berkeadilan.

“Mari kita jaga dan perkuat semangat persatuan dalam memberdayakan perempuan. Bersama-sama kita wujudkan keluarga yang sehat dan sejahtera sebagai fondasi tercapainya Indonesia Emas,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua WHDI Kabupaten Klungkung Ny. Kusuma Surya Putra menekankan pentingnya peran strategis perempuan dalam menjaga nilai-nilai luhur agama, adat, dan budaya Bali.

Sebagai daerah yang dikenal sebagai pusat sejarah dan kebudayaan, perempuan di Klungkung diharapkan mampu menjadi penggerak keharmonisan sosial.

“Semoga di usia ke-38 ini WHDI semakin solid, matang, dan berdaya serta terus menjadi pilar penting dalam mewujudkan masyarakat Klungkung yang MAHOTTAMA (Maju, Harmonis, Tentram, dan Makmur),” ujarnya.

Penulis: Roni
Editor: Oka Suryawan 

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular