Petugas gabungan saat mendata seseorang yang ditemukan di Penginapan ketika digelar razia gabungan (ist).
sewa motor matic murah dibali

SINGARAJA, balipuspanews.com — Enam pasangan diluar nikah sedang asik memadu kasih di penginapan terjaring razia petugas gabungan petugas Satpol PP Kecamatan Buleleng, Polsek Kota Sungaraja dan Koramil 1609-01/Buleleng.

Nah, dari enam pasangan itu, petugas menemukan salah seorang pegawai kontrak merupakan staf salah satu instansi di wilayah Kecamatan Sukasada sedang asyik di kamar saat jam kantor.

Saat digeledah oleh petugas, sebagian dari mereka yang terciduk tidak mampu menunjukkan dokumen resmi sebagai pasangan yang sah. Bahkan, ditemukan pasangan yang tidak membawa identitas kependudukan.

Alhasil, petugas pun memberikan sanksi dengan melakukan penyitaan terhadap identitas KTP dan langsung menggiring mereka menuju kantor Camat Buleleng untuk dimintai keterangan.

Razia digelar, Senin (9/9) mengobok-obok tempat penginapan dan pondok wisata yang ada di wilayah Desa Anturan, Desa Tukad Mungga, dan kawasan pariwisata Lovina. Penginapan disasar, Ume Sari, Lilacita II, Lilacita III, penginapan Lumbung Sari, dan Pondok Wisata.

Camat Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara mengatakan, razia ini dilakukan untuk memberantas penyakit masyarakat. Seperti prostitusi, peredaran miras dan narkoba.

“Razia ini juga untuk mengecek kelengkapan izin dari usaha pemilik penginapan,” kata Camat Dody.

Hasil pengecekan, ditemukan ada sekitar 3 penginapan yang belum memilliki Izin. Pihaknya langsung memberikan pembinaan agar segera mengurus izin usaha. Sementara 6 orang pasangan yang tidak terikat sebagai pasangan suami istri, langsung diberikan pembinaan.

“Kami menyita identitas mereka. Untuk selanjutnya dilakukan pembinaaan,” jelasnya.

Terkait oknum pegawai kontrak yang ditemukan berada di dalam kamar penginapan saat jam kantor, Camat Dody mengaku, akan berkoordinasi dengan instansi terkair tempat pegawai tersebut bekerja.

“Razia ini nantinya kami akan jadwalkan secara rutin. Supaya penyakit masyarakat dapat ditekan di Buleleng,” tandasnya.