Minggu, Oktober 25, 2020
Beranda Bali Denpasar Dewan Bali dan Sulinggih "Rembug"', Atasi Corona dengan "Labuh Gentuh" di Pantai...

Dewan Bali dan Sulinggih “Rembug”‘, Atasi Corona dengan “Labuh Gentuh” di Pantai Watu Klotok

DENPASAR, balipuspanews.com – Mengatasi wabah virus Corona, DPRD Bali bersama Sulinggih, tokoh Adat dan Bendesa Agung Majelis Desa Adat Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet melakukan “rembug” atau rapat di Ruang Rapat Banmus, Kantor DPRD Provinsi Bali, Jumat (13/03).

Dalam rapat yang dipimpin oleh Ketua  DPRD Provinsi Bali I Nyoman Adi Wiryatama membahas secara khusus upaya (Pamelepeh) Penanggulangan berbagai Musibah/Bencana di Bali.

“Kami para sulinggih memberikan pertimbangan berdasarkan lontar Niti Sastra Segara Budha dan disitu disebutkan bahwa hal hal untuk menangkal, memerangi hal ini melakukan labuh gentuh di segara pura Watu Klotok yang dilaksanakan pada Rahina Tilem Kedasa pada tanggal 22 April 2020,” kata Ida Pedanda Gede Putra Bajing, Pembina Yayasan Sabha Budaya Bali usai membahas secara khusus upaya (Pamelepeh) Penanggulangan berbagai Musibah/Bencana di Bali di Ruang Rapat Banmus, Kantor DPRD Provinsi Bali, Jumat (13/03).

Upacara labuh gentuh itu sendiri akan dihaturkan” pekelem” atau tumbal kerbau, sapi, angsa, ayam dan bebek .

Upacara ini akan ditindaklanjuti di desa adat agar setiap keluarga melakukan upacara di pura keluarga atau merajan guna menolak wabah yang ada sekarang ini.

Lebih jauh, pernyataan ini baru sebatas
pertimbangan dan pendapat keputusan akhir nanti ada di Gubernur.
“Dari pertimbangan atau pendapat ini akan kami sampaikan kepada bapak Gubernur disitulah akan adanya keputusan dari bapak Gubernur,” jelasnya.

Lebih jauh, Ida Pedanda Gede menyampaikan kepada masyarakatyang ada di Baali bahwa pihaknya dari sulinggih sudah mengadakan rumusan dalam menangkal kondisi yang sekarang.

“Mudah mudahan lewat yadnya,taur yang akan kita lakukan yang sudah diputuskan oleh para sulinggih agar semuanya berharap masyarakat umat dan krama di bali ini semoga terhindar dari pada hal hal yang tidak perlu terjadi di Bali,” ucapnya.

Untuk itu, pihaknya memohan kepada Maha Kuasa lewat Yadnya yang akan dilakukan pada masing masing desa adat dan masing masing keluarga agar kita bersama sama mendapatkan kerahayuan dan kerahajengan. (Rls/BPN/tim)

- Advertisement -

Warga Temukan Orok di Parit Areal Jogging Track Sanur Kauh

SANUR, balipuspanews.com - Penemuan orok membusuk berlangsung di pinggir parit areal jongging track di Jalan Prapat Baris, Sanur Kauh, Denpasar Selatan, Jumat (23/10/2020) sekitar...

Tak Hiraukan Teguran, Pabrik Penyulingan Daun Cengkeh Akhirnya Ditutup Paksa

Sebuah tempat usaha penyulingan daun cengkeh yang berada di Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada ditutup paksa oleh tim Satpol PP Kabupaten Buleleng. Hal itu dilakukan sebab pemilik tempat tidak menghiaraukan teguran petugas, sehingga Pol PP lalu bertindak tegas menutup paksa usaha penyulingan daun cengkeh yang beroperasi dan dianggap menimbulkan polusi udara.
Member of