Ditkrimsus Polda Bali Selidiki 3 Laporan Korban Praktik Pinjol

Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Syamsi
Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Syamsi

DENPASAR, balipuspanews.com – Pemerintah menyatakan genderang perang terhadap praktik pinjaman online (pinjol) yang merugikan masyarakat baik secara finansial. Perihal ini pun diatensi jajaran Polda seluruh Indonesia dengan melakukan penertiban terhadap usaha pinjol yang dianggap ilegal.

Seperti yang diteruskan ke jajaran penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali. Sejauh ini ada 3 korban pinjol yang sudah melapor dan tengah diselidiki.

Dihubungi wartawan, Kasubdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Bali AKBP Gusti Ayu Suinaci membenarkan pihaknya sedang menyelidiki adanya praktik pinjol. Namun AKPB Suincai enggan membeberkan nama-nama usaha pinjol tersebut.

“Benar, sudah ada beberapa laporan yang kami terima dan masih diselidiki,” bebernya, Minggu (17/10/2021).

Senada disampaikan Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Syamsi yang menyebutkan adanya beberapa laporan korban pinjaman online diterima Polda Bali. Namun Kombes Syamsi juga enggan mengungkapkan nama perusahaan pinjaman online itu maupun korban yang buat laporan.

Diungkapkannya, di Bali ada beberapa korban pinjaman online. Dua tahun terakhir ada 14 laporan yang diterima. Tahun 2020 ada 11 laporan dan 2021 ada 3 laporan kami terima.

“Saat ini masih diselidiki,” ungkap perwira melati tiga dipundak ini.

Sebagaimana diinformasikan, genderang perang terhadap perusahaan pinjaman online ilegal yang tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan itu berawal dari perintah langsung Presiden Joko Widodo. Instruksi presiden itu ditindaklanjuti Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo kepada seluruh jajaran Polda di Indonesia.

Penggerebekan dilakukan kepolisian di beberapa daerah di tanah air dengan mengamankan para operator dan kantor pinjol. Seperti penggerebekan kantor pinjol ilegal di Yogyakarta. Polisi 83 orang debt collector. Selain itu kantor pinjol ilegal di Jakarta Barat digerebek, pada Kamis (14/10/2021), 56 orang diamankan.

Penulis : Kontributor Denpasar
Editor : Oka Suryawan