Sekda Kota Denpasar Rai Iswara menghadiri acara donor darah Partai Golkar
Sekda Kota Denpasar Rai Iswara menghadiri acara donor darah Partai Golkar

DENPASAR, balipuspanews.com – Kehadiran Sekda Kota Denpasar, AA Ngurah Rai Iswara di acara gerakan seribu kantong darah untuk kemanusiaan Partai Golkar, Minggu (12/7/2020), mempertegas kabar yang muncul, kalau birokrat asal Peguyangan itu masuk radar partai beringin sebagai calon walikota Denpasar dalam Pilwali Denpasar, Desember 2020 mendatang.

Ditanya awak media kemungkinan dirinya maju dari Partai Golkar dalam Pilwali Denpasar, Rai Iswara menjawab diplomatis.

Menurutnya, berbicara Pilwali, biarkan partai politik untuk tenang, menginventarisasi tokoh siapa yang bakal diusung untuk memimpin daerah itu sendiri, sekarang waktunya mengkalkulasi, kota Denpasar mau dibagaimanakan ke depan.

Berpangkal inventarisasi tersebut ini bagian dari tugas partai politik untuk mengusung calon dalam perhelatan gong demokrasi lima tahunan demi Denpasar yang lebih baik lima tahun ke depan.

“Rentang waktu sekarang ini adalah kewenangan partai politik untuk menggawangi dan menginventarisasi tokoh atau calon, siapa yang pantas diusung dalam rangka menggawangi kepemimpinan di Kota Denpasar,” jelasnya.

Lantas bagaimana kalau dipinang Partai Golkar? Rai Iswara mengaku semenjak tahun 1981 dirinya mulai bekerja dan selalu siap jika ditugaskan di manapun.

Ia menuturkan, memulai dari kariernya menjadi Sekretaris Lurah, Lurah, Kabid, Kasubag, hingga jabatan moncer menjadi Sekda Kota Denpasar, pihaknya mengaku selalu siap ditugaskan di manapun.

“Berawal dari karier saya, ini sebagai indikator seorang Rai Iswara selalu siap mengabdi di tengah masyarakat,” tegasnya dihadapan belasan awak media.

Terkait dirinya masuk dalam survei yang dilakukan partai berlambang beringin ini, dirinya tidak menampik hal tersebut. Pihaknya memberikan proses itu berlangsung dan memberikan kewenangan penuh partai melakukan survei sebagai suatu syarat untuk menguji elektabilitas seorang tokoh atau figur.

“Kita berusaha tenang, ini kesempatan partai menginventarisasi melalui survei parpol. Dengan survei ini, kami tidak mau ujug-ujug mengganggu proses, mengatakan saya ini terbaik,” paparnya.

Pihaknya mengaku dalam masa pengabdiannya sekarang, dirinya harus royal dengan pimpinannya dalam hal ini Walikota, dan royal dengan masyarakat, serta dengan DPRD kota Denpasar untuk membangun kota Denpasar.

PENULIS : Nengah Budiarta

EDITOR : Oka Suryawan

Facebook Comments