peserta pelatihan #MO (mobilisasi orkestrasi) Kamis malam (12/9) di Rumah Perubahan Jakarta
peserta pelatihan #MO (mobilisasi orkestrasi) Kamis malam (12/9) di Rumah Perubahan Jakarta
sewa motor matic murah dibali

JAKARTA, Balipuspanews.com -Di era digital sekarang ini batasan informasi tidak bisa dibendung. Bahkan sulit membedakan mana informasi hoax dan informasi benar. Mengingat informasi yang tersaji sekarang ini ada yang direncanakan dan ada secara natural. Demikian disampaikan Pendiri Rumah Perubahan Prof. Renald Kasali didepan peserta pelatihan #MO (mobilisasi orkestrasi) Kamis malam (12/9) di Rumah Perubahan Jakarta. Pelatihan yang berlangsung selam dua hari tersebut diikuti juga Bagian Humas dan Protokol Kota Denpasar, yang diwakili Kasubag Administrasi Dokumentasi dan Penerbitan I Gusti Ketut Sudiatmika dan Dinas Kominfo Kota Denpasar, Kabid Informasi Gde Wirakusuma Wahyudi dan Komikasi Publik bersama Kasi Komunikasi dan Informasi Publik, I Made Arta Wibawa.

Menurut Renald Kasali dunia sekarang memang benar-benar telah menjadi sebuah panggung sandiwara. Sebagai humas harus mempu mempersiapkan diri menghadapi berbagai informasi yang ada. Tentunya perlu pemahaman yang benar bentuk informasi yang tersebar sehingga humas dapat mengambil langkang apa yang harus dilakukan. “Sekarang ini informasi yang disampaikan dapat memobilisasi oponi masyarakat. Karena sekarang informasi yang disampikan sangat sulit dibedakan antara hoax dan yang benar,” ujar Renald Kasali.  Untuk itu humas harus memahami anatomi mobilisasi yang ada enam yaitu pemicu, terjadi, ada yang melakukan, tindakan, gerakan dan outcomes.  Untuk merespon era #MO ini hendaknya dilakukan dua pendekatan yaitu pendekatan resmi dan pendekatan semak-semak. Untuk pendekatan resemi dilakukan melalui koferensi pers dan sosialisasi. Sedangkan pendekatan semak-semak dapat melalui share (story, hype, actionable, relevant dan emotional). Melalui pendekatan share menurut Renald diharapkan dapat mengatasi informasi di era #MO.  “Setelah mengikuti pelatihan ini saya harapkan semua peserta dapat menerapkan di tempat kerja masing-masing,” ujarnya.

Kasubag Administrasi Dokumentasi dan Penerbitan, pada Bagian Humas dan Protokol Setda Kota Denpasar I Gusti Ketut Sudiatmika menyampaikan dari pelatihan yang diikuti berbagai hal baru yang dapat dipahami. Terlebih lagi diera informasi #MO dimana batasan informasi sangat sulit dibendung. “Kita semakin mengetahui informasi di era #MO ada informasi yang direncanakan dan informasi secara natural,” ujarnya. Tentunya dengan informasi yang baru ini diharapkan dapat dipraktekan di tempat kerja masing-masing, (rls/bpn).