Situasi Jalan Baru Batas Kota Singaraja-Mengwitani atau shorcut titik 5 dan titik 6.

SUKASADA, balipuspanews.com — Pembangunan Jalan Baru Batas Kota Singaraja–Mengwitani atau shorcut titik 5 dan 6 di wilayah desa Wanagiri dan desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, mencapai 97,26 persen. Nah, pengerjaan pun ditarget rampung pertengahan Desember 2019.

 

Ketut Payun Astapa selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Jalan Baru Batas Kota Singaraja-Mengwitani mengatakan, pengerjaan shortcut titik 5-6 telah mencapai 97,26 persen.

 

“Shorcut titik 5 dan titik 6, sepanjang 1,90 kilometer sudah mencapai 97,26 persen. Masih tersisa 2,74 persen, saat ini tinggal pengaspalan lapis dan pembuatan marka jalan di jembatan,” kata Payun, Rabu (4/12).

 

Payun menargetkan pengerjaan shorcut titik 5 dan titik 6 dirampungkan pertengahan Desember, meski pembangunan shorcut sesuai perjanjian berakhir pada 31 Desember 2019 mendatang.

 

“Kami optimis bisa merampungkan pertengahan Desember. Selesai, langsung dipelaspas juga sekaligus mecaru di jembatan. Kemungkinan Januari 2020 sudah bisa beroperasi atau dilalui,” terangnya.

 

Sisa pengerjaan 2,74 persen, sebut Payun sedang dikebut. Sisa pengerjaan berupa pengaspalan shortcut titik 5 dan titik 6 yang dikerjakan hingga 3 lapis. Dimana lapis pertama setinggi 8 centimeter, lapis kedua setinggi 6 centimeter, dan lapis ketiga permukaan jalan setinggi 4 centimeter.

 

Payun mengaku, selama ini pekerjaan pengaspalan agak sedikit terhambat karena kendala hujan.

 

“Jika turun hujan, pengerjaan pengaspalan terpaksa harus dihentikan. Biasanya hujan mulai turun antara pukul 13.00 sampai pukul 18.00 WITA. Sesuai standar kalau turun hujan, pengaspalan harus kami hentikan. Itu kami lakukan menjaga kualitas jalan,” tutupnya.

Tirto.ID
Loading...