Kapal perang kawal IMF World Bank
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Denpasar, balipuspanews. com -Untuk perhelatan pelaksanaan pertemuan tahunan “IMF-WB 2018” yang berlangsung selama sepekan (8-14 Oktober 2018) di Nusa Dua, kapal perang KRI disandarkan di Pelabuhan Benoa.

Sedikitnya sudah ada 10 kapal perang milik TNI AL yang sudah mengepung Pulau Bali. Itu setelah dua kapal perang sandar Rabu (10/10).

“Dalam dua hari terakhir ada dua kapal perang milik TNI Angkatan laut (AL) yang merapat di Pelabuhan Benoa. Yaitu, KRI I Gusti Ngurah Rai (GNR)-332 dan KRI Raden Edi Martadinata (REM)-331,” ujar Danlanal Denpasar Kolonel Laut (P) Henricus Prihantoko.

Kata dia, ink dalam rangka Pengamanan “IMF-WB Annual Meeting 2018” dan tergabung dalam Satgas Pam Laut, KRI REM-331 yang dikomandani Kolonel Laut (P) Sadarianto, Rabu siang kemarin sandar di Dermaga Timur Pelabuhan Benoa, Denpasar.

Sedangkan KRI GNR-332 selain mengangkut sejumlah pasukan juga dilengkapi dengan sebuah helikopter jenis Panther.

Sebelumnya, Danlanal juga mengecek dengan detail kelengkapan atribut, seragam, dan alat komunikasi masing-masing unit dari Lanal.

Hal ini menindaklanjuti arahan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Laksdya TNI Dr Didit Herdiawan Ashaf, MPA., MBA., selaku Panglima Komando Tugas Gabungan Pengamanan (Pangkogasgabpam) “Annual Meetings IMF-WB 2018” agar pelaksanaannya dapat berjalan aman, nyaman, lancar, dan sukses.

“Sedikitnya telah disiagakan 10 kapal perang TNI AL yang sudah mengepung Pulau Bali untuk melakukan penyekatan sekaligus mengamankan perhelatan akabar tersebut dari sisi laut,” kata mantan Dansatkopaska Koarmada II itu.

Sepuluh KRI yang siap itu masing-masing, KRI Raden Edi Martadinata-331, KRI I Gusti Ngurah Rai-332, KRI Abdul Halim Perdanakusuma-335, KRI Nala-363, KRI Badik-623, KRI Terapang-648, KRI Ajak-653, KRI Pulau Rapat-712, KRI Banda Aceh-593, dan KRI Tarakan-905.

Kapal Perang RI Kawal IMF – WB

Denpasar, balipuspanews. com -Untuk perhelatan pelaksanaan pertemuan tahunan “IMF-WB 2018” yang berlangsung selama sepekan (8-14 Oktober 2018) di Nusa Dua, kapal perang KRI disandarkan di Pelabuhan Benoa.

Sedikitnya sudah ada 10 kapal perang milik TNI AL yang sudah mengepung Pulau Bali. Itu setelah dua kapal perang sandar Rabu (10/10).

“Dalam dua hari terakhir ada dua kapal perang milik TNI Angkatan laut (AL) yang merapat di Pelabuhan Benoa. Yaitu, KRI I Gusti Ngurah Rai (GNR)-332 dan KRI Raden Edi Martadinata (REM)-331,” ujar Danlanal Denpasar Kolonel Laut (P) Henricus Prihantoko.

Kata dia, ink dalam rangka Pengamanan “IMF-WB Annual Meeting 2018” dan tergabung dalam Satgas Pam Laut, KRI REM-331 yang dikomandani Kolonel Laut (P) Sadarianto, Rabu siang kemarin sandar di Dermaga Timur Pelabuhan Benoa, Denpasar.

Sedangkan KRI GNR-332 selain mengangkut sejumlah pasukan juga dilengkapi dengan sebuah helikopter jenis Panther.

Sebelumnya, Danlanal juga mengecek dengan detail kelengkapan atribut, seragam, dan alat komunikasi masing-masing unit dari Lanal.

Hal ini menindaklanjuti arahan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Laksdya TNI Dr Didit Herdiawan Ashaf, MPA., MBA., selaku Panglima Komando Tugas Gabungan Pengamanan (Pangkogasgabpam) “Annual Meetings IMF-WB 2018” agar pelaksanaannya dapat berjalan aman, nyaman, lancar, dan sukses.

“Sedikitnya telah disiagakan 10 kapal perang TNI AL yang sudah mengepung Pulau Bali untuk melakukan penyekatan sekaligus mengamankan perhelatan akabar tersebut dari sisi laut,” kata mantan Dansatkopaska Koarmada II itu.

Sepuluh KRI yang siap itu masing-masing, KRI Raden Edi Martadinata-331, KRI I Gusti Ngurah Rai-332, KRI Abdul Halim Perdanakusuma-335, KRI Nala-363, KRI Badik-623, KRI Terapang-648, KRI Ajak-653, KRI Pulau Rapat-712, KRI Banda Aceh-593, dan KRI Tarakan-905. (rls/bpn/tim)

Advertisement

Tinggalkan Komentar...