Selasa, Oktober 27, 2020
Beranda Bali Jembrana Wabup Kembang Dukung ASDP Bangun Dermaga Eksekutif

Wabup Kembang Dukung ASDP Bangun Dermaga Eksekutif

- Advertisement -

NEGARA,balipuspanews.com- Meningkatnya jumlah penguna jasa setiap tahun memang menjadi masalah pada penyebrang di selat Bali.

Apalagi saat musim liburan seperti Nataru dan arus mudik lebaran antrean panjang kendaraan pasti akan terjadi. Sementara wacana pembangunan jembatan Jawa-Bali yang sempat muncul, ditolak oleh masyarakat karena dinilai tidak sesuai dengan sejarah Empu Sidhimantra yang meisahkan pulau Jawa dengan Bali.

Karena pembangunan jembatan Jawa –Bali ditolak elemen masyarakat Bali, PT ASDP Indonesia Ferry selaku pengelola penyebrang selat Bali, kemudian mencari solusi lain. Solusi itu yakni membangun dermaga eksekutif untuk kapal express yang melayani penyebrangan cepat.

“Rencana pembangunan dermaga eksekutif untuk kapal cepat ini memang mendesak,” ujar GM PT ASDP Indonesia Ferry cabang Ketapang, Fahmi Alweni saat menerima kunjungan Wabup Jembrana I Made Kembang Hartawan.

Menurut Fahmi Alweni, mendesaknya pembangunan dermaga eksekutif itu berkaca dari kenaikan arus penumpang selama lebaran dan musim libur natal tahun baru kemarin.

Dimana saat itu terjadi lonjakan penumpang dan logistik hingga 40 persen dari biasanya mengakibatkan antrean panjang di pelabuhan Gilimanuk maupun Ketapang.

“Pembangunan dermaga khususini juga mengantisipasi progress pembangunan Tol Trans Jawa yang akan tersambung hingga Banyuwangi,” ungkapnya.

Fahmi Alweni yakin dengan terselesaikannnya infrastruktur dermaga eksekutif itu, akan  mempercepat arus barang dan manusia utamanya kendaraan roda empat.

“ Akan ada lonjakan trafik terutama  mobil, karena dengan terselesaikannya Tol Trans Jawa akan  mempercepat waktu tempuh dijalan menuju pelabuhan . Kita antisipasi hal itu agar tidak terjadi antrean panjang saat  masuk kapal,“ jelasnya.

Menurutnya pembangunan dermaga eksekutif ini merupakan program dari pemerintah pusat dibawah Kementerian Perhubungan dan kementerian BUMN yang ingin meningkatkan kualitas layanan penyeberangan .

Sehingga untuk jalur penyeberangan Jawa Bali nanti,selain dermaga khusus, juga  akan disiapkan kapal express melayani penyeberangan Ketapang Gilimanuk .

“Jadi kami selaku operator penyeberangan akan menyiapkan sarana itu,” ujarnya.

Tahap pertama, bulan Juni dermaga eksekutif akan dibangun di pelabuhan ketapang lebih dahulu. Kemudian dilanjutkan di Gilimanuk .

“Kita ingin memenuhi ekpektasi masyarakat akan penyeberangan yang lebih nyaman dan cepat ,“jelasnya.

Sementara itu Wabup Jembrana I Made Kembang Hartawan menyampaikan dirinya memang tidak setuju dengan ide pembangunan jembatan yang menghubungkan pulau Jawa dan Bali.

Dibanding membangun jembatan selat Bali yang sarat kontroversi , Kembang lebih setuju dengan ide pembangunan dermaga eksekutif yang saat ini dirancang pihak ASDP.

Menurutnya, dermaga eksekutif akan memudahkan masyarakat, terutama memberikan akses terbaik bagi wisatawan yang ingin berwisata ke Bali maupun Jawa.

Jalur penyeberangan melalui dermaga ini nanti  dikhususkan untuk   mobil dengan layanan premium, tidak bercampur dengan truk barang seperti sekarang.

Proses penyeberangan akan memangkas waktu jauh lebih cepat karena hanya butuh 15 menit menyeberang sehingga mampu mengurai kemacetan maupun antrian panjang.

“ Saya apresiasi rencana ASDP terkait pembangunan dermaga eksekutif. Manfaatnya banyak, masyarakat ada pilihan , tidak perlu mengantre lama saat menyebrang . Waktu tempuh juga dipercepat hanya  15 menit. Ini juga memudahkan akses orang dan barang, termasuk mengembangkan simpul ekonominya,” ungkapnya.

Adanya dermaga eksekutif lanjut Kembang otomatis  akan memupus wacana  pembangunan  jembatan Jawa-Bali yang kembali  muncul.

“ Kalau menyeberang lewat kapal saja cukup 15 menit, jadi rencana jembatan Jawa Bali tidak diperlukan lagi .  Masyarakat ada alternatif  yang bisa dipilih agar  lebih cepat menuju pulau Jawa  begitupun sebaliknya,” jelasnya.

Selain itu , menurutnya dermaga eksekutif itu nanti juga sinergis dengan pembangunan jalan Tol Denpasar – Gilimanuk.

Gubernur Bali Wayan Koster menyebut setelah Bali Utara , selanjutnya jalan Tol Denpasar – Gilimanuk masuk prioritas. Dirancang pada tahun 2021 nanti , mulai pembebasan lahan dengan melibatkan swasta.

” Ketika Tol Trans Jawa nanti selesai tahun  2021, lanjut Tol Denpasar – Gilimanuk, dermaga eksekutif ini akan sangat efektif,” terangnya.(nm/bpn/tim)

- Advertisement -

Mobil Terguling di Renon, Tidak Ada Korban Jiwa

DENPASAR, balipuspanews.com-Mobil Honda HRV terguling di Jalan Cok Agung Tresna Renon, Denpasar, pada Senin (26/10/2020) sore. Meski demikian tidak ada korban jiwa dalam peristiwa...

Tak Hiraukan Teguran, Pabrik Penyulingan Daun Cengkeh Akhirnya Ditutup Paksa

Sebuah tempat usaha penyulingan daun cengkeh yang berada di Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada ditutup paksa oleh tim Satpol PP Kabupaten Buleleng. Hal itu dilakukan sebab pemilik tempat tidak menghiaraukan teguran petugas, sehingga Pol PP lalu bertindak tegas menutup paksa usaha penyulingan daun cengkeh yang beroperasi dan dianggap menimbulkan polusi udara.
Member of