Gaya Hidup Sedentari Menjadi Isu Kesehatan di Indonesia

35
Media Briefing 'Ayo Indonesia Bergerak' di RPTRA Borobudur Jakarta, Jumat (7/12).

Jakarta, balipuspanews. com – Gaya hidup sedentari telah menjadi isu kesehatan di Indonesia. Riset Kesehatan Dasar 2018 menunjukkan peningkatan jumlah penduduk Indonesia berusia kurang lebih 10 tahun yang kurang beraktivitas fisik yaitu dari 26,1% menjadi 33,5%.

“Aktivitas fisik sangat penting karena memiliki banyak manfaat baik bagi tubuh dan memengaruhi kualitas hidup seseorang,” kata Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga Kemenkes RI, drg. Kartini Rustandi pada acara Media Briefing ‘Ayo Indonesia Bergerak’ di RPTRA Borobudur Jakarta, Jumat (7/12).

Untuk mengatasi masalah ini menurut drg. Kartini, pemerintah Indonesia telah mengeluarkan Instruksi Presiden No.1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang salah satu fokusnya adalah aktivitas fisik. Selain itu Kementerian Kesehatan RI juga berupaya untuk membangun 4 pilar sesuai dengan target Global Action Plan for Physical Activity dari World Health Organization yaitu menciptakan individu aktif, masyarakat aktif, lingkungan aktif, dan sistem aktif. Salah satunya adalah dengan simbolisasi pelemparan bola ‘Ayo Indonesia Bergerak’ pada Perayaan Hari Kesehatan Nasional 2018 lalu.

“Kementerian Kesehatan menghimbau masyarakat untuk membatasi kegiatan sedentari. Contoh perilaku sedentari adalah berbaring atau duduk dalam waktu lama seperti menonton TV, bermain video game, dan duduk lama didepan komputer,” ungkapnya.

Acara Media Briefing ‘Ayo Indonesia Bergerak’ ini juga dihadiri Spesialis Kedokteran Olahraga dr. Michael Triangto dan Pejuang Kesehatan Novita Ratna Sari. (Ivan/bpn/tim)

Loading...